Auto Formula MT27 Solusi Kredit Motor dan Mobil Murah
Hot Line:
021 - 741 80 54

Syarat Mudah, Proses Cepat, Angsuran Ringan Terjangkau, Aman Dengan Asuransi, Di Dukung Leasing-Leasing Resmi Dan Terpercaya

DP Mulai 500 Ribuan **

Discount Terbaik **

COD - Motor Datang, Baru Bayar **

* Mudah, Cepat, Aman, Murah, Ringan Terjangkau *
Jadi,, Tunggu Apa Lagi?,, Segera ORDER

JANGAN BAYAR SEBELUM MOTOR DATANG
Jangan Sungkan Bertanya, Konsultasi Kredit "GRATIS"

Discount Terbaik >>> Best Price
Bandingkan & Buktikan .... !!!
Cukup SMS, Kami Telpon Balik

Berpenggerak 2 Roda, Peugeot 2008 DKR, Siap Ambil Bagian di Dakar Rally 2015

17-06-2014
Red Bull Media House GmbH 
Komitmen besar Peugeot, Red Bull dan Total untuk berkolaborasi membentuk tim dan ikut kembali di ajang Dakar Rally 2015, mengusung kejutan besar. Selain karena mereka merekrut 3 pereli yang sudah punya nama besar dan sudah banyak meraih titel juara dunia di reli lintas negara, juga karena Peugeot menyulap 2008 series menjadi 2008 DKR. Tampilannya pun cukup sangar, dimana otot dan ketangguhannya sudah bisa terlihat dari penampakan luar.

Mobil ini memang telah dipersiapkan oleh Peugeot, sejak tahun 2013 sebelum pencapaian kesepakatan yang dengan Red Bull dan Total. Bahkan tim desain pun mereka kerahkan untuk membuat desain mobil terlihat mampu memenuhi hasrat tampil buas di ajang Dakar Rally 2015. Namun jangan salah, mobil ini punya keunikan tersendiri karena hanya berpenggerak 2 roda alias 2 wheel drive. Berbeda dengan mobil Dakar Rally lainnya yang memang di desain 4 wheel drive.

"Desain mobil ini kami buat di Peugeot Style Centre melalui proses yang cukup ketat. Tapi yang jelas, semua wujud yang ada di mobil ini adalah kata kunci dasar basis mobil untuk digunakan di Dakar Rally 2015. Semua informasi yang kami dapatkan untuk keperluan reli terganas dunia itu sudah kami aplikasikan. Diantaranya ruang kabin, ukuran ban yang tepat, suspensi untuk perjalanan jauh dan sistem aerodinamika yang tepat berdasarkan simulasi yang kami lakukan," beber Jean-Christophe Pailler, Project Leader di Peugeot Sport.

"Kami di Peugeot memang sudah melakukan diskusi mendalam tentang konfigurasi penggerak roda di Peugeot 2008 DKR. Hingga akhirnya kami memilih untuk mengaplikasikan penggerak 2 roda, karena berbeda dengan mobil lain di Dakar Rally 2015. Tapi kemampuan off-road mobil ini adalah tujuan utama kami, terutama untuk melibas jalur berpasir yang biasanya juga agak dalam. Makanya Peugeot mengaplikasi ban berdiameter 37 inci, didukung sistem suspensi yang sangat kompak," imbuhnya.

Carlos Sainz yang juga pernah mengembangkan Volkswagen Polo R WRC pun menganggap bahwa desain teknis Peugeot 2008 DKR ini cukup unik. Ia bahkan memuji mobil ini karena memang performanya cukup mumpuni.

"Filosofi yang terdapat pada 2008 DKR adalah model yang radikal dan diambil dari beberapa ide unik. Ya hasilnya adalah takkan ada mobil berpenggerak 2 roda seperti ini yang bisa masuk ke Dakar Rally 2015. Saya rasa ini adalah solusi tepat untuk memenangi balapan. Teknologi yang diterapkan Peugeot pun cukup tepat. Sehingga membuat semangat tim jadi lebih baik," dukung Sainz.

Sumber : otomotif.metrotvnews.com

Dealer Kredit Motor Yamaha Jakarta, COD, Mudah, Cepat, Aman, Murah, Ringan Terjangkau

Melayani penjualan motor baru,

KREDIT MOTOR YAMAHA JAKARTA MURAH
COD

Area: Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi,

Jangan Bayar Sebelum Motor Di Terima,

bisa kredit maupun cash,
bisa satuan maupun kolektif,

Harga Relatif Lebih Murah Banget ,
Uang muka murah, Angsuran terjangkau dan proses cepat,
cukup siapkan data anda, data kami jemput.
Silahkan Di Bandingkan Dengan Yang Lain

Proses Cepat, Cukup Satu Hari Kerja Aja
Dan Di Bantu Sampai Di ACC
Hari Ini Survey, InsyaAllah, Besok Motor Di Kirim

Syarat nya mudah, tidak dipersulit,
KTP + KK  .
( Plus Data Tambahan Lain, Jika Memang Diperlukan )

Aman
Di Dukung Leasing Resmi Dan Terpercaya
Dan Di Asuransikan

mau beli motor baru? cash/kredit,
segera hubungi kami

Pin BB: By Request (SMS) .
telp/sms 24 jam,
jika telpon tidak diangkat, sms aja, pasti di respon,
cukup sms, kami telpon balik,
sabtu minggu tetap kami layani.

SOLUSI KREDIT MOTOR MURAH, MUDAH, CEPAT, Dan AMAN

unit Motor lain juga ready stock,
ALL TYPE
ALL VARIAN
ALL COLOUR

Lengkap Pilihannya

Hanya Melayani KTP :
Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi
bebas biaya perwil.
bebas biaya kirim

Harga, Stock, Fitur, Warna, Dan Spesifikasi tidak mengikat dan bisa berubah sewaktu-waktu
Untuk Informasi Ter-Update , Silahkan Hubungi Marketing Kami

Tanpa Resiko
Bayar nya Setelah Motor Datang
Cash On Delivery ( C.O.D )
Barang Datang, Baru Bayar
Jadi. Jangan Takut Ketipu ,
Pokoknya, Jangan Bayar DP,
Sebelum Barang Di Terima .

STNK Dan Plat Di Antar Ke Rumah Setelah Jadi
Via : Tiki / JNE / Kurir



Dealer Kredit Motor Yamaha Jakarta, COD, Mudah, Cepat, Aman, Murah, Ringan Terjangkau
autoformula-mt27.com 
Multi Kredit Motor dan Mobil
Kredit motor Honda, Yamaha, Suzuki, COD, tanpa resiko, motor datang, baru bayar,
Kredit mobil Toyota, Daihatsu, Nissan, ALL Brand,
Jabodetabek, Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bogor,
Jasa Solusi Pinjaman dana talangan, uang tunai jaminan, gadai, agunan BPKB mobil dan motor,
jual beli motor bekas dan mobil bekas
syarat mudah, proses cepat, harga murah, angsuran cicilan ringan terjangkau, aman dengan asuransi,
pelayanan terbaik,
Menjawab Kebutuhan Kredit Anda

OJK Tetapkan Peraturan Perlindungan Terhadap Konsumen

14-06-2014 - Guna meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap lembaga jasa keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menetapkan beberapa peraturan mengenai perlindungan konsumen di sektor Jasa Keuangan. Tujuan utama pengaturan ini untuk menciptakan mekanisme penyelesaian sengketa di sektor jasa keuangan yang cepat, murah, adil, dan efisien.


Selain itu, peraturan yang diterbitkan memfasilitasi tersedianya mekanisme penyelesaian sengketa di sektor jasa keuangan, yang bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap lembaga jasa keuangan.

Peraturan pertama adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 1/POJK.07/2014 tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di Sektor Jasa Keuangan (LAPS) yang diterbitkan pada 23 Januari 2014.

Peraturan lainnya adalah dua Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) tentang Pelaksanaan Edukasi dalam Rangka Meningkatkan Literasi Keuangan kepada Konsumen dan/atau Masyarakat.

Terdapat juga Surat Edaran tentang Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen pada Pelaku Usaha Jasa Keuangan yang diterbitkan 14 Februari 2014.

"OJK mengeluarkan POJK tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di Sektor Jasa Keuangan (LAPS) dan SEOJK sebagai aturan pelaksanaan dari POJK tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman D. Hadad, dalam keterangan tertulis, Selasa 25 Februari 2014.
Upaya ini dilakukan, menurut Muliaman, dengan memperhatikan pasal 29 UU OJK yang mengamanatkan OJK untuk menyiapkan perangkat, menyusun mekanisme, dan memfasilitasi penyelesaian pengaduan konsumen yang dirugikan oleh pelaku di lembaga jasa keuangan.

Muliaman menjelaskan, peraturan OJK tentang LAPS ini mengandung lima aspek utama.
Pertama, penyelesaian sengketa antara lembaga jasa keuangan dan konsumen diselesaikan melalui dua tahapan, yaitu penyelesaian pengaduan konsumen oleh lembaga jasa keuangan (internal dispute resolution) dan penyelesaian sengketa melalui lembaga alternatif penyelesaian sengketa di luar lembaga jasa keuangan (external dispute resolution).

Upaya ini dilakukan, menurut Muliaman, apabila penyelesaian pengaduan konsumen di internal lembaga jasa keuangan tidak dapat diselesaikan.

Kedua, menciptakan infrastruktur dalam penyelesaian sengketa dengan pembentukan LAPS di masing-masing sektor jasa keuangan paling lambat 31 Desember 2015. LAPS dibentuk oleh lembaga jasa keuangan yang dikoordinasikan oleh asosiasi masing-masing sektor jasa keuangan dan setiap lembaga jasa keuangan wajib menjadi anggota LAPS sesuai dengan kegiatan usahanya.

Ketiga, LAPS menerapkan prinsip aksesibilitas, prinsip independensi, prinsip keadilan, dan prinsip efisiensi dan efektivitas. Penerapan prinsip-prinsip tersebut bertujuan agar penyelesaian sengketa di sektor jasa keuangan dapat diselesaikan secara mudah, murah, cepat, dan efektif.

Keempat
, OJK akan menerbitkan daftar LPAS di sektor jasa keuangan setelah dilakukannya assesment oleh OJK dalam pemenuhan prinsip utamanya. Kelima, lembaga jasa keuangan wajib mematuhi dan melaksanakan putusan lembaga alternatif penyelesaian sengketa.
Surat Edaran
Selain POJK tersebut, OJK juga menerbitkan dua Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SE-OJK) tentang Pelaksanaan Edukasi dalam Rangka Meningkatkan Literasi Keuangan  dan tentang Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S. Soetiono, mengatakan, kedua SE-OJK yang merupakan peraturan pelaksana POJK No.1/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan akan berlaku efektif pada 6 Agustus 2014.

"Pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan diri memenuhi aturan pelaksanaan ini," kata Kusumaningtuti.

SE-OJK Nomor 1/SEOJK.07/2014 tentang Pelaksanaan Edukasi dalam Rangka Meningkatkan Literasi Keuangan Kepada Konsumen dan/atau Masyarakat antara lain mengatur PUJK untuk memuat rencana edukasi ke dalam rencana bisnis tahunan dan kewajiban pelaporan pelaksanaannya kepada OJK.

"Untuk pertama kalinya, seluruh PUJK akan menyampaikan rencana edukasi  2014 pada November mendatang, sedangkan pada 2015, rencana edukasi harus disampaikan bersamaan dengan penyampaian rencana bisnis tahunan kepada masing-masing pengawas," lanjut Kusumaningtuti.

Penyusunan rencana edukasi harus mengacu kepada Strategi Nasional Literasi Keuangan yang telah diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia pada November 2013.

Sementara itu, SE-OJK Nomor 2/SEOJK.07/2014 tentang Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen pada Pelaku Usaha Jasa Keuangan mengatur antara lain mengenai adanya fungsi atau unit yang menangani penyelesaian pengaduan konsumen oleh PUJK dan kewajiban memiliki sumber daya manusia, sistem, dan prosedur penanganan pengaduan pada setiap PUJK.

"Penyelesaian pengaduan diselesaikan paling lambat 20 hari kerja setelah tanggal penerimaan pengaduan. Namun, dalam hal tertentu, PUJK dapat memperpanjang jangka waktu sampai dengan paling lama 20 hari kerja berikutnya," ujar Kusumaningtuti.

OJK saat ini telah memiliki Sistem Layanan Konsumen Terintegrasi Sektor Jasa Keuangan yang memungkinkan masyarakat dapat memantau jika melakukan pengaduan kepada OJK. Sistem layanan itu juga bisa digunakan PUJK untuk mengetahui adanya pengaduan konsumen melalui sistem traceable and trackable.

Selain itu, PUJK wajib menyampaikan laporan kepada OJK mengenai penyelesaian pengaduan secara berkala setiap tiga bulan.

Sumber: bisnis.news.viva.co.id



 

Back To Top - Kembali Ke Atas